Dicky : Tari Topeng Rampak Kelana dimulai dari Kampung Seni Gegesik, Libatkan 250 Peserta

Sebanyak 250 Penari Topeng Kelana Kabupaten Cirebon ikut ambil bagian dalam acara Rampak Topeng Kelana yang dilaksanakan oleh para penggiat kesian dari Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon dalam rangka kegiatan Kampung Seni Gegesik (KSG) Tahun 2019 di Alun-alun Gegesik, Minggu (24/2/19).

 Acara Rampak Topeng Kelana ini bertujuan meletarikan budaya warisan para wali, penari yang ikut dalam kegiatan tersebut berasal berbagai tingkatan umur, mulai dari anak PAUD, SD,SMP hingga SMA. hal ini bertujuan agar para generasi milenial tetap mencintai kesenian dan tidak melupakan kesenian asli Cirebon dalam hingar bingar kecanggihan teknologi.

 Arti dari Tari Topeng Kelana sendiri merupakan sebuah tarian tradisional masyarakat Cirebon yang menggunakan topeng dan setiap gerakannya mengandung simbol dan atau makna bahwa dalam hidup kita wajib berikhtiar dalam segala hal.

 Ketua Panitia kegiatan, Geger Gumilar menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Gegesik Kampung Seni. Selain sebagai pelestarian kesenian asli Cirebon juga KSG tersebut kedepan akan dijadikan agenda rutin tahunan untuk dijadikan sebagai agenda pariwisata di Kabupaten Cirebon. “Rampak topeng kelana gegesik juga merupakan rangkaian kegiatan Kampung Seni Gegesik dalam rangka pelestarian Kesenian Topeng Kelana Cirebon.” Ujarnya

 Dalam acara tersebut selain tari topeng juga diawali dengan penampilan musik klasik dan gamelan, penyerahan cindramata oleh Pj. Bupati Cirebon kepada perwakilan peserta kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tari Topeng Kelana yang tergabung dari berbagai sanggar kesenian di Kabupaten Cirebon.

 “Dengan seni kita bersatu, dengan seni kita majukan Kabupaten Cirebon dan dengan seni tari topeng sejarah mencatat bahwa pada hari ini Tari Topeng Rampak Kelana dimulai dari Kampung Seni Gegesik.” Tutur Pj. Bupati Cirebon, Dr. Ir H. Dicky Saromi, M.Sc.

 Dukungan dari para penggiat seni yang ada di Kecamatan Gegesik, menurut sesepuh dalang dari Gegesik, H Mansur, merupakan faktor utama tercipta dan terselenggaranya kegiatan tersebut. “Bahwa kegiatan ini didukung oleh sanggar-sanggar yang ada digegesik diantaranya sanggar purbasari, langen sejati, panji semirang dan surya  sumingrat.” Pungkasnya.

Dihadapan ratusan penonton yang memenuhi alun-alun Gegesik, diiringi musik gamelan, peserta tari topeng kelana yang berjumlah 250 penari dengan bangganya dan keelokan dari setiap gerakan mempersembahkan tarinya,  mengenakan topeng (kedok) khas berwarna merah dengan mata melotot, tarian menggambarkan sikap Raja  Bandopati yang dikenal sangat kasar, arogan, sombong dan penuh ankara murka. (edys,minggu24/02.2019/Diskominfo).

Translate »
No announcement available or all announcement expired.